Senin, 10 Februari 2020

Desainer Muda Indonesia Tampil di Paris Fashion Week

Desainer Muda Indonesia Tampil di Paris Fashion Week


Satu lagi anak bangsa Indonesia yang berhasil menjajahkan karirnya hingga go internasional, hal luar biasa bagi Rizka Riani Putri karena dirinya diberikan kesempatan untuk bisa tampil di salah satu acara fashion Style terbesar dunia yaitu Paris Fashion Week 2019. Meski masih terbilang sangat muda di industri mode ternyata tak mengendurkan nyalinya untuk unjuk gigi, bersanding bersama desainer dunia lainnya.

Munculnya nama Rizka pada acara Paris Fashion Week 2019, tentunya jadi kesempatan emas untuknya menampilkan semua rancangannya. Berikut ini adalah kilasan sedikit cerita awal terpilihnya Rizka sebagai peserta dan persiapan apa saya yang akan dilakukannnya nantinya.

Cerita Desainer Muda Indonesia Tampil di Paris Fashion Week


Pada Fashionweeks, Rizka menjelaskan, dirinya tampil di Paris Fashion Week 2019 di hari ketiga pagelaran tersebut dihelat, tepatnya terhadap 25 September 2019. Bertempat di The Westin Paris, Rizka menampilkan 8 looks dari koleksinya yang bertajuk 'Tatuka'.

Pengalaman luar biasa itu diawali pas pihak sekolah fashionnya, Paris de la Mode, Tangerang, menghubungi dia untuk turut andil di dalam Paris Fashion Week 2019. Menurut Rizka, kesempatan itu adalah sesuatu yang sayang untuk dilewatkan, terlebih di peristiwa itu dia sedang tunggu pas yang tepat untuk merilis brand-nya sendiri yang dinamakan 'Rashika'.

"Kejadian awalnya terjadi ketika saya baru saja mengikuti wisuda. Secara tiba-tiba Aku dihubungi Fashion Division Paris de la Mode bikin show di Paris Fashion Week 2019 dan tepat banget di peristiwa itu aku nunggu event yang tepat untuk launching merk pertama aku," ucapnya kepada Fashionweeks di Paris de la Mode Fashion School, Gading Serpong-Tangerang.

Di Paris Fashion Week 2019 kemarin, Rizka menjelaskan jika dirinya mempunyai jati diri Minang sekaligus Indonesia bersama batiknya. Jadi, bersama DNA Minang di koleksi ini, Rizka inginkan memberitahu terhadap dunia jika perempuan bisa menjadi apapun yang dia senang tanpa tersedia batasan.

Terlebih, di tanah Minang itu perempuan mempunyai kekuasana khusus. Dia mengatur keluarga dan dia termasuk yang berharap keluarga itu senang layaknya apa. Cerita ini dia angkat dan respons-nya luar biasa.

Kemudian tentang bersama batik, Rizka menambahkan, gara-gara saat ini ini desainer kebanyakan memberi perhatian terhadap sustainable fashion, dirinya pun inginkan berkontribusi bersama sebabkan batik zero waste. Jadi, koleksinya itu dibuat bersama tanpa pewarna kimia. Semuanya eco-print batik dan dari bahan alami.

"Untuk itulah, kami coba mengunakan tanah liar sebagai bahan dasar pewarnaannya. Ke depannya, aku kembali cobalah mengembangkan batik yang pewarnanya terbuat dari tebu. Ini termasuk akan menjadi identitas koleksi aku yang zero waste," sambung Rizka.

Mengetahui hal tersebut, berdasar perbincangan Rizka, banyak lantas pencinta fashion di Paris yang tertarik untuk mempunyai koleksi batiknya itu. Kebanyakan sebetulnya dari pihak Kedubes RI di Paris. "Bahkan, tersedia yang minta 50 pieces," singkatnya.

Semua ini berkat sekolah fashion yang memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa tampil pada ajang Paris Fashion Week 2019 tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, keterlibatan sekolah fashion di dalam karier muridnya di kancang dunia itu patut digarisbawahi. Rizka beroleh kesempatan itu gara-gara terdapatnya pertalian baik pada Paris de la Mode Fashion School tempat dia bernaung bersama pihak penyelenggara Paris Fashion Week.

Hal ini dibenarkan Principal Paris de la Mode Fashion School Hesty Mauren. Dalam penjelasannya, pihak sekolah melalui Fashion Division mempunyai pertalian yang baik bersama Paris Fashion Week dan gara-gara itu, pihaknya mengirimkan desainer muda Indonesia ke ajang skala Internasional tersebut.

Memang tidak sembarang desainer bisa turut unjuk gigi di Paris Fashion Week. Ada kriteria tertentu yang diminta pihak penyelenggara. "Memang, pasalnya ada syarat khusus yang diminta orang tim penyelengara acara tersebut. Meski awalnya ada beberapa nama yang diseleksi untuk mengikuti acara ini, pasalnya bukan hanya karena uang namun juga harus dari mental kuat sang perancang. Apa lagi mereka akan menghadapi para perancang ternama yang sudah sering hadir diacara Paris Fashion Weeks," papar Hesty di peristiwa yang sama.

Pihak sekolah meyakini, bersama wadah yang berkualitas, bakat-bakat desainer muda Indonesia bisa 'terlihat' dunia dan ini pasti menjadi hal positif bagi bangsa Indonesia, terlebih di bidang fashion. Hesti berharap, ke depannya jadi banyak desainer Indonesia yang bisa tampil di luar negeri.

"Yang paling penting, dirinya merupakan binaan dari sekolah fashion yang tepat. Sebab, disaat seseorang mempunyai inspirasi tetapi tidak mempunyai teknik, maka tidak akan bisa idenya menjadi sebuah karya yang baik," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar